Profil

Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) Fakultas Hukum UGM diselenggarakan sejak tahun akademik 2000/2001 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 80/DIKTI/Kep/2000 tentang Perubahan Status Program Pendidikan Spesialis Notariat Menjadi Program Studi Magister Kenotariatan pada Universitas Gadjah Mada. Program ini merupakan Program Studi Jenjang Strata 2 (S2) yang ada di bawah naungan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Seiring dengan perubahan status UGM menjadi BHMN serta mewujudkan UGM sebagai universitas riset bertaraf international, maka berdasarkan Keputusan Rektor UGM Nomor 89/P/SK/HT/2006, penyelenggaraan program pascasarjana yang bersifat monodisiplin pengelolaannya dilaksanakan oleh program pascasarjana pada fakultas terkait.

Meskipun Program Studi MKn baru dimulai pada tahun akademik 2000/2001, namun sesungguhnya pendidikan notariat pada Fakultas Hukum UGM sudah berlangsung cukup lama, yakni mulai tahun 1949 sebagai salah satu jurusan pada Fakultas Hukum yang di dalamnya termasuk Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tata Negara, Ekonomi dan Sosiologi. Mulai bulan April tahun 1962 Fakultas Hukum UGM tidak lagi membuka Jurusan Notariat karena langkanya tenaga pengajar, terutama tenaga praktisi. Setelah terjadi kekosongan selama 9 tahun, pada tanggal 19 Desember 1971 Jurusan Notariat pada Fakultas Hukum UGM secara resmi diaktifkan kembali, mengingat:

  1. Kebijakan pemerintah yang menghendaki agar pendidikan notariat diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Negeri dengan jenjang Spesialis-1.
  2. Keinginan masyarakat agar Pendidikan Notariat di Fakultas Hukum UGM diaktifkan kembali.

Pendidikan Spesialis-1 Notariat ini khusus dikemas untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengemban jabatan Notaris.

Pada tahun 1999 terbit Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 (PP No. 60 Tahun 1999) tentang Pendidikan Tinggi. Dalam PP tersebut pendidikan spesialis tidak lagi merupakan bagian dari struktur pendidikan tinggi. Dengan demikian, Pendidikan Spesialis-1 Notariat juga harus menyesuaikan dengan PP tersebut di atas. Di samping itu, sesuai dengan tuntutan peningkatan kemampuan lulusan untuk menjawab tantangan perkembangan kegiatan perekonomian pada era globalisasi, pendidikan notariat perlu diubah statusnya pada jenjang Strata 2 (Magister). Perubahan status ini tertuang dalam Keputusan Dirjen Dikti Nomor 80/DIKTI/Kep/2000 tersebut di atas.

Dalam rangka pembinaan perguruan tinggi di luar Jawa dan didorong oleh kemauan perguruan tinggi yang bersangkutan, telah diselenggarakan Pendidikan Magister Kenotariatan kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Fakultas Hukum Unversitas Andalas (Unand) Padang, Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dengan Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UGM. Mulai tahun akademik 2008/2009 Unhas sudah mampu berdiri sendiri. Tahun 2011 Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Unand sudah mulai berdiri sendiri dan tahun 2012 Magister Kenotariatan FH Unlam juga sudah berdiri sendiri. Meskipun ketiga kerja sama dengan 3 (tiga) Fakultas hukum tersebut telah selesai namun pembinaan dan hubungan baik masih tetap berlangsung baik, mahasiswa yang belum selesai tetap diberi kesempatan untuk menyelesaikan sesuai dengan batas waktu yang diijinkan dan beberapa dosen FH UGM masih diminta mengajar pada ke tiga Prodi MKN tersebut. Kerjasama tersebut di atas tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor 334/J.01.H4.FH/I/2006, tertanggal 13 April 2006, Perjanjian Kerja Sama Nomor 1309/J.01.H4.FH/I/G/2008 dan Nomor 461/H8.1.11/U/2008, tertanggal 16 April 2008.

Penyusunan visi, misi, sasaran dan tujuan dilakukan dengan mengundang stakeholders yang terkait dan alumni yang bersamaan pada acara Dies Natalis Fakultas Hukum yang ke-63 pada bulan Februari tahun 2011 di Yogyakarta. Pada saat itu, unit pengelola program magister bekerjasama dengan Program Studi mengadakan peninjauan kurikulum seluruh program studi yang di bawah naungan unit pengelola program magister. Program Studi MKn turut menjadi program studi yang ditinjau visi, misi, sasaran dan tujuan, serta kurikulum pembelajarannya. Pada acara tersebut diundang para alumni, pengguna lulusan, dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Visi

Menjadi lembaga pendidikan di bidang profesi notariat yang berbasis pada bidang akademis dan profesi yang lulusannya dapat bekerja secara profesional, bermartabat dan berjiwa Pancasila, mengabdi pada kepentingan dan kemakmuran bangsa.

Misi

  1. Membekali mahasiswa didiknya dengan kemampuan yuridis yang mendalam sampai pada tataran penemuan hukum dan pembentukan hukum.
  2. Memberikan pelatihan-pelatihan agar lulusannya memiliki keterampilan untuk melaksanakan penemuan hukum terhadap kasus-kasus yang diajukan kepada mereka dan merumuskannya dalam berbagai akta yang diperlukan untuk itu.